Kamis, 09 Januari 2014

jenis dan macam macam majas

Secara garis besar majas dapat dibedakan menjadi empat kelompok, jenis macam-macam majas dan contoh majas terlengkap mempunyai banyak turunan dan kategori dalam majas itu sangat banyak dibawah ini akan dibahas secara jelas.

Majas terdiri atas:


1.                   Majas Perbandingan;
2.                   Majas Pertentangan;
3.                   Majas Sindiran;
4.                   Majas Penegasan.
Ke empat macam-macam majas diatas masih dibagi dalam beberapa bagian majas, atau biasa disebut turunan dari majas tersebut, dibawah ini detailnya.

A. Majas Perbandingan


1. Personifikasi
2. Metafora
3. Eufimisme
4. Sinekdoke
5. Alegori
6. Hiperbola
7. Simbolik
8. Litotes
9. Alusio
10.Asosiasi
11.Derifrasi
12.Metonomia
13.Antonomasia
14.Tropen
15.Parabel
16.Alusio


B. Majas Pertentangan


1. Antitesis
2. Paradoks
3. Okupsi
4. Kontradiksi
5. Anakronisme
6. Internimis


C. Majas Penegasan


1. Pleonasme
2. Repetisi
3. Pararelisme
4. Tautologi
5. Simentri
6. Enumerasia
7. Klimaks
8. Anti klimaks
9. Retorik
10.Koreksio
11.Asidenton
12.Paksidenton
13.Eksklamasio
14.Preterito
15.Interupsi
16.Inversi
17.Elipsis


D. Majas Sindiran
1. Ironi
2. Sinisme
3. Sarkasme

MACAM-MACAM MAJAS BESERTA DEFINISI DAN CONTOHNYA

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.


Contoh :
·                     Semangatnya keras bagaikan baja.
·                     Mukanya pucat bagai mayat.

·                     Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.


Me·ta·fo·ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara.


Contoh:
·                     Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
·                     Raja siang keluar dari ufuk timur
·                     Jonathan adalah bintang kelas dunia.
·                     Harta karunku (sangat berharga)
·                     Dia dianggap anak emas majikannya.
·                     Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.


Contoh:
·                     Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
·                     Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
·                     Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.


Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.


5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.


Contoh:
·                     Ia terkenal sebagai buaya darat.
·                     Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
·                     Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
·                     Melati, lambang kesucian
·                     Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.


Contoh:
·                     Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
·                     Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
·                     Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.


8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".


Contoh: 
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.


B. Majas Pertentangan 
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.


1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.


Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.


2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.


Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.


3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.


Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.


4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.


Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?


C. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.


1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.


Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.


2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.


Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.


3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.


Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban


4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.


Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.


5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.


Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.


6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.


7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.


Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan


D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:


1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.


Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.


2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.


Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.


3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.


Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Jumat, 29 November 2013

contoh puisi

Rasa


Dulu kau pergi
Pergi meninggalkanku
Jauh tanpa kabar
Jauh tanpa rasa

Ternyata rsa itu
Sedikit demi sedikit
Telah hilang
Semenjak kau pergi

Tapi sebenarnya
Aku tak bisa pungkiri
Kalau rasa ini belum
Sepenuhnya hilang

Kapankah kau kembali padaku
Kembali membawa cintaku
Yang kau bawa pergi

Karana sebenarnya
Aku Rindu Kamu




By : Firda Fauziyah

puisi cinta

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan


Ku tau cintamu bukan untukku . . .
Ku tau aku tak bisa memilikimu . . .
Ku tau ku tak akan bisa bersamamu . . .
Ku hanya bisa memendam perasaan ini . . .
Perasaan rindu . . .
Perasaan cinta . . .
Perasaan ku yang selalu ingin bersamamu . . .
Biarkan rasa ini aku yang menyimpan. . .
Karna aku tau . . .
Cintaku hanya bertepuk sebelah tangan . . .
Cukuplah bagiku . . .
Memandang wajahmu ,
Wajah ceriamu,
Senyum manismu,

Untuk menahan perih hati ini . . .


By : Ummu Sholichah

Selasa, 20 November 2012

cerpen



Berbuat Baik
Untuk Membahagiakan Orang Lain

Di suatu hari, hujan lebat sedang mengguyur di sebuah kota. Ada seorang pengemis tua yang sedang berteduh di depan rumah seorang pengusaha sukses yang bernama Haris. Disaat itu pula, Haris melihat pengemis tua itu. Haris pun langsung mengambil payung dan menghampiri pengemis tua itu.
“ maaf bu, kenapa ibu berdiri di depan rumah saya? “ tanya Haris sambil membuka pintu gerbang rumahnya.
“ maaf tuan, saya hanya ingin berteduh sampai hujan berhenti. “ jawab pengemis tua dengan wajah terkejut.
“ maaf bu, kalau ibu ingin berteduh, jangan disini . karena hujan terlalu lebat, nanti ibu bisa kedinginan dan sakit. Ayo bu, masuk ke dalam rumah say.” Jawab Haris sambil tersenyum dan mempersilahkan pengemis itu masuk.
Pengemis itu pun tersenyum dan masuk ke dalam rumah Haris.
“ silahkan bu, duduk dulu disini. “ kata Haris sambil menunjuk sofa dan mempersilahkan pengemis itu duduk.
“ tidak usah tuan, saya duduk di lantai saja.” Jawab pengemis sambil duduk di lantai.
“ jangan, nanti ibu masuk angin! Ayo, ibu duduk disini aja. “ jawab Haris dengan sedikit memaksa
“ baiklah tuan. ” jawab pengemis sambil duduk di atas sofa
“ oh iya… bu, saya mau masuk ke dalam dulu ya. ” jawab Haris dengan tersenyum
Pengemis itu pun menganggukan kepala bertanda mengizinkan. Kemudian Haris pun masuk ke dalam. Tak lama kemudian, Haris keluar dengan membawa secangkir teh hangat dan sepiring nasi dan ditaruhnya di atas meja depan pengemis itu.
“ silahkan bu, di makan dulu biar badan ibu lebih kuat dan tidak kedinginan dan ini minum nya biar badan ibu hangat. “ kata Haris sambil tersenyum
“ terima kasih tuan, maaf kehadiran saya udah merepotkan anda .” jawab pengemis itu
“ tidak kok bu, ayo bu silahkan di makan. “ jawab Haris
“ oh, iya tuan. “ jawab pengemis sambil menikmati makanan yang dihidangkan
Tak lema kemudian hujan pun berhenti dan pengemis itu pun berpamitan pada Haris. Namun sebelum pengemis itu keluar, Haris memberikan bingkisan. Pengemis itu pun bahagia dan berterima kasih pada haris atas bantuan yang diberikan. Haris pun juga senang karena bisa membantu pengemis itu dan berharap agar pengemis itu bisa selamat sampai tujuan dan hidupnya bisa lebih baik dari sekarang.